Memulai mengawali tulisan, kali ini saya akan coba membahas tentang hubungan menulis dan berbicara. Menulis dan berbicara keduanya merupakan keterampilan berbahasa yang
bersifat aktif-produktif. Artinya, penulis dan pembicara berperan sebagai
penyampai atau pengirim pesan kepada pihak lain.Keduanya harus mengambil
sejumlah keputusan berkaitan dengan topik,tujuan,jenis informasi yang akan
disampaikan,serta cara penyampainnya sesuai dengan kondisi sasaran (pembaca
atau pendengar) dan corak teksnya (eksposisi, deskripsi, narasi, argumentasi, dan persuasi). Kalaupun ada perbedaan, hal itu lebih disebabkan oleh perbedaan
kecaraan dan medianya.
Aspek Pembeda
|
Berbicara
|
Menulis
|
Kecaraan
|
1. Komunkasi terjadi secara langsung, pembicara dan
penyimak bersemuka (berhadapan)
2. Pembicara tampil langsung dengan segala kelebihan
dan kekurangannya.
3. Tanggapan penyimak (paham/tidak paham, suka/tidak
suka) dapat ditangkap secara langsung saat itu juga.
4. Berdasarkan tanggapan itu, epmbicara secara langsung
dapat segera mengubah atau memperbaiki pembicaraannya
|
1.
Komunikasi terjadi tidak
secara langsung, penulis dan pebaca tersekat ruang dan waktu,
2.
Penulis tampil setelah
tulisannya dianggap siap. Dia memiliki waktu yang cukup leluasa
untuk menyiapkan tulisan sebaik-baiknya.
3.
Tanggapan pembaca terhadap
tulisannya tidak dapat diperoleh seketika
4.
Penulis tidak dapat
memperbaiki kekurangan atau kesalahan tulisan yang telah dipublikasikan
dengan cepat.
|
Media
|
1. Pembicara mengungkapkan pesannya secara lisan.
2. Dalam berbicara, unsur nonverbal seperti suara,
mimik, pandangan, dan gerak dapat secara langsung digunakan memperjelas,
mempertegas, dan menarik perhatian penyimak.
|
1.
Penulis menyampaikan
pesannya secara tertulis
2.
Dalam menulis, penulis
hanya dapat menggunalan gambar atau illustrasi, gaya dan racikan bahasa,
serta kaidah penulisan untuk memperjelas, mempertegas, an menarik perhatian
pembaca
|

0 comments:
Post a Comment